MATERI SOSIALISASI PUPUK ORGANIK: DESA KERTOSONO KEC PANGGUL, KABUPATEN TRENGGALEK
SOSIALISASI
HIDUP
BERSIH DENGAN PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENJADI PUPUK ORGANIK DENGAN METODE
FERMENTASI EM-4 UNTUK OPTIMALISASI HASIL PERTANIAN DAN PETERNAKAN
(Desa
Kertosono, Kecamatan Panggul)
OLEH:
AGOES
HENDRIYANTO, S. P., M.Pd.
NIDN:
0719017103
A. Pendahuluan
Em 4 merupakan suatu cairan berwarna
kecoklatan dan beraroma manis asam (segar) yang didalamnya berisi campuran
beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses
penyerapan/persediaan unsur hara dalam tanah. Mikroorganisme atau kuman yang
berwatak “baik “itu terdiri dari bakteri fotosintetik,bakteri asam
laktat,ragi,aktinomydetes,dan jamur peragian.
Microorganisme menguntungkan
tersebut (EM 4) telah lama ditemukan, diteliti dan diseleksi terus menerus oleh
seorang ahli pertanian bernama Profesor Teruo Higa dari universitas
Ryukyu Jepang. Dengan demikian, EM4 bukan merupakan bahan kimia yang
berbahaya seperti pestisida, obat serangga atau pupuk kimia lainnya.
EM merupakan campuran dari
mikroorganisme bermanfaat yang terdiri dari lima kelompok, 10 Genius 80 Spesies
dan setelah di lahan menjadi 125 Spesies. EM berupa larutan coklat dengan pH
3,5-4,0. Terdiri dari mikroorganisme aerob dan anaerob. Meski berbeda, dalam
tanah memberikanmultiple effect yang secara dramatis meningkatkan
mikro flora tanah. Bahan terlarut seperti asam amino, sacharida,
alkohol dapat diserap langsung oleh akar tanaman. Kandungan EM terdiri dari
bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, actinomicetes, ragi dan
jamur fermentasi.
Bakteri fotosintetik membentuk
zat-zat bermanfaat yang menghasilkan asam amino, asam nukleat dan zat-zat
bioaktif yang berasal dari gas berbahaya dan berfungsi untuk mengikat nitrogen
dari udara. Bakteri asam laktat berfungsi untuk fermentasi bahan organik jadi
asam laktat, percepat perombakan bahan organik,lignin dan cellulose,
dan menekan pathogen dengan asam laktat yang dihasilkan. Actinomicetes
menghasilkan zat anti mikroba dari asam amino yang dihasilkan bakteri
fotosintetik. Ragi menghasilkan zat antibiotik, menghasilkan enzim dan hormon,
sekresi ragi menjadi substrat untuk mikroorganisme effektif bakteri asam laktat
actinomicetes. Cendawan fermentasi mampu mengurai bahan organik secara cepat
yang menghasilkan alkohol ester anti mikroba, menghilangkan bau busuk, mencegah
serangga dan ulat merugikan dengan menghilangkan pakan.
B. Manfaat EM
Fungsi EM untuk mengaktifkan bakteri
pelarut, meningkatkan kandungan humus tanah lactobonillus sehingga mampu
memfermentasikan bahan organik menjadi asam amino. Bila disemprotkan di daun
mampu meningkatkan jumlah klorofil, fotosintesis meningkat dan percepat
kematangan buah dan mengurangi buah busuk. Juga berfungsi untuk mengikat
nitrogen dari udara, menghasilkan senyawa yang berfungsi antioksidan, menekan
bau limbah, menggemburkan tanah, meningkatkan daya dukung lahan, meningkatkan
cita rasa produksi pangan, perpanjang daya simpan produksi pertanian,
meningkatkan kualitas daging, meningkatkan kualitas air dan mengurangi
molaritas Benur.
EM4 terdiri dari 95% lactobacillus
yang berfungsi menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena
mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim.
C. Pembuatan Pupuk Organik dari Pupuk
Kandang dengan EM-4
Bahan-bahan yang
dibutuhkan untuk pembuatan 500 kg bokashi sebagai berikut:
|
1.
|
Pupuk
kandang
|
=
|
300 kg
|
|
2.
|
Dedak
|
=
|
50 kg
|
|
3.
|
Sekam padi
|
=
|
150 kg
|
|
4.
|
Gula yang
telah dicairkan
|
=
|
200 ml
|
|
5.
|
EM-4
|
=
|
500 ml
|
|
6.
|
Air
secukupnya
|
Cara
Pembuatannya:
- Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air
- Pupuk kandang, sekam padi, dan dedak dicampur secara merata
- Siramkan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 %
- Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan susah pecah (megar)
- Adonan digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm
- Kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-7 hari
- Pertahankan gundukan adonan maksimal 500 C, bila suhunya lebih dari 500 C turunkan suhunya dengan cara membolak balik.
- Kemudian tutup kembali dengan karung goni
- Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan
- Pengecekan suhu sebaiknya dilakukan setiap 5 jam sekali
- Setelah 4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.
D.
Pembuatan Pupuk Organik dari Jerami Padi
Bahan-bahan untuk ukuran 1000 kg bokashi :
|
1.
|
Jerami
padi yang telah dihaluskan
|
=
|
500 kg
|
|
2.
|
Pupuk
kotoran hewan/pupuk kandang
|
=
|
300 kg
|
|
3.
|
Dedak
halus
|
=
|
100 kg
|
|
4.
|
Sekam/Arang
Sekam/Arang Kelapa
|
=
|
100 kg
|
|
5.
|
Molase/Gula
pasir/merah
|
=
|
1 liter/250
gr
|
|
6.
|
EM-4
|
=
|
1 liter
|
|
7.
|
Air
secukupnya
|
Cara Pembuatannya:
Membuat larutan gula dan EM-4
1. Sediakan
air dalam ember sebanyak 1 liter
2. Masukan
gula putih/merah sebanyak 250 gr kemudian aduk sampai rata
3. Masukan
EM-4 sebanyak 1 liter ke dalam larutan tadi kemudian aduk hingga rata.
Membuat pupuk bokashi
1. Bahan-bahan tadi dicampur (jerami,
pupuk kandang, arang sekam dan dedak) dan aduk sampai merata
2. Siramkan
EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan (campuran bahan organik) secara merata
sampai kandungan air adonan mencapai 30 %
3. Bila
adonan dikepal dengan tangan air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas
maka adonan masih tampak menggumpal
4. Adonan
digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm
5. Kemudian
ditutup dengan karung berpori (karung goni) selama 3-4 hari
6. Agar
proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik perhatikan agar suhu tidak
melebihi 500 C, bila suhunya lebih dari 500 C turunkan
suhunya dengan cara membolak balik
7. Suhu yang
tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses
pembusukan
8. Setelah
4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk
organik.
. Pembuatan
Pupuk Organik Cair
-
Bahan-bahan untuk ukuran 200 liter Pupuk Organik cair :
|
1.
|
Pupuk
kotoran hewan/pupuk kandang
|
=
|
30 kg
|
|
2.
|
Molase/Gula
pasir/merah
|
=
|
1
liter/250 gr
|
|
3.
|
EM-4
|
=
|
1 liter
|
|
4.
|
Air secukupnya
|
Cara Pembuatannya:
1. Isi drum
ukuran 200 liter dengan air setengahnya
2. Pada
tempat yang terpisah buat larutan molase sebanyak 1 liter, dengan cara
mencampurkan gula putih/merah sebanyak 250 gram dengan air sebanyak 1 liter
3. Masukan molase
tadi sebanyak 1 liter bersama EM-4 sebanyak 1 liter ke dalam drum, kemudian
aduk perlahan-lahan hingga rata
4. Masukan
pupuk kandang sebanyak 30 kgdan aduk perlahan-lahan hingga ersatu dengan
larutan tadi
5. Tambahkan
air sebanyak 100 liter hingga drum menjadi penuh, kemudian aduksampai rata dan
tutup rapat-rapat
6. Lakukan
pengadukan secara perlahansetiap pagi selama 4 hari. Cara pengadukan setiap
hari cukup lima putaran saja. Setelah diaduk biarkan air larutan bergerak
sampai tenang lalu drum ditutup kembali
7. Setelah 4
hari bokashi cair EM-4 siap untuk digunakan.
Catatan:
Bila tidak
ada molase, setiap macam gula dapat digunakan sebagai penggantinya. Beberapa
bahan pengganti tersebut adalah nira tebu gula, sari (juice) buah-buahan,dan
air buangan industri alkohol
Jumah kandungan air adalah merupakan
petunjuk. Jumlah air yang perluditambahkan tergantung pada kandungan air bahan
yang digunakan. Jumlah air yang paling sesuai adalah jumlah air yang diperlukan
membuat bahan-bahan basah tetapi tidak sampai berlebihan dan terbuang.
F. Penggunaan
Pupuk Organik untuk Padi, Palawija dan Sayuran
Bahan bokashi sangat banyak terdapat di sekitar lahan
pertanian, seperti misalny jerami, pupuk kandang, rumput, pupuk hijau, sekam
padi, sebuk gergaji, dan lain-lain. Semua
bahan organik yang akan difermentasi oleh mikroorganisme frmentasi dalam
kondisi semi anaerobik pada suhu 40-500 C. Hasil fermentasi bahan
organik berupa senyawa organik mudah diserap oleh perakaran tanaman.
Cara penggunaan secara umum
1. 3-4 genggam bokasi (150-200 gram)
untuk setiap meter persegi tanah disebar marata diatas permukaan tanah. Pada
tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih.
2. Untuk mencampurkan bokashi ke dalam
tanah, tanah perlu dicangkul/bajak. Penggunaan penutup tanah (mulsa) dari jerami
atau rumput-rumputan kering sangat dianjurkan pada tanah tegalan. Pada tanah
sawah pemberian bokashi dilakukan sebelum pembajakan tanah.
3. Biarkan bokashi selama seminggu,
setelah itu baru bibit ditanam.
4. Untuk tanaman buah-buahan, bokasi
diebar merata dipermukaan tanah/perakaran tanaman dan siramkan 3-4 cc EM-4
perliter air setiap minggu sekali.
Dosis Pemakaian:
Untuk tanaman palawija sebanyak satu
genggam dicampur dengan tanah. Untuk
tanaman keras (misalnya: rambutan,
mangga, jambu, dan lain-lain) diberikan satu minggu sebelum tanam. Untuk tanaman sayuran seperti cabe, tomat,
dan lain-lain, makin banyak diberikan makin baik.
Cara penggunaan secara khusus
a) Bokashi
jerami dan bokashi pupuk kandang baik dipakai untuk melanjutkan fermentasi
penutup tanah (mulsa) dan bahan organik lainnya di lahan pertanian juga banyak
digunakan pada tanah swahkarena ketersediaan bahan yang cukup.
b) Bokashi
jerami dan bokashi pupuk kandang baik dipakai untuk pembibitan/ menanam bibit
yang masih kecil.
c) Bokashi expres baik digunakan sebagai penutup
tanah (mulsa) pada tanaman sayur dan buah-buahan.
G. Aplikasi Em-4 Di Bidang Pertanian
Manfaat :
1. Memperbaiki sifat fisik, kimia dan
biologi tanah.
2.
Meningkatkan
produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi.
3.
Memfermentasi
dan mendekomposisi bahan organik tanah dengan cepat (Bokashi).
4.
Menyediakan
unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
5. Meningkatkan keragaman mikroba yang
menguntungkan di dalam tanah.
Tanaman: Padi, Palawija, Sayuran, bunga dan tanaman
setahun lainnya.
Dosis dan Perlakuan:
1.
Sebagai pupuk dasar, gunakan BOKASHI sebanyak 3-5 ton
per Ha.
2.
Untuk penyemprotan gunakan EM-4 sebanyak 3-10 ml per
liter air dilakukan setiap satu minggu sekali, disemprotkan secara merata ke
tanah dan tubuh tanaman.
H. Cara Pembiakan Bakteri
Em-4
Bagi kita-kita mahasiswa
yang ingin menghemat biaya untuk pembelian EM4, anda bisa mengembangbiakan
bakteri tersebut sendiri di rumah, sehingga bila kebutuhan akan pupuk organik
cukup banyak dikarenakan luas lahan yang besar maka akan segera terpenuhi tanpa
biaya tambahan.
Sebenarnya cara pengembangbiakan bakteri ini cukup
banyak antara lain :
- Sebelum
ke tahap lebih lanjut silahkan kita sediakan bahan untuk prakteknya
diantaranya :
- 1 liter
bakteri yang akan diperbanyak
- Siapkan
sedikitnya 3 kg bekatul (jangan sampai kurang)
- Siapkan
¼ kg gula merah bila tidak ada bisa pakai gula pasir atau tetes tebu,
salah satu aja
- Siapkan
¼ kg terasi
- Siapkan
5 liter air
- Setelah
semua bahan diatas tersedia, kini kita harus menyiapkan bahan untuk media
pembiakan, diantaranya :
- Ember
plastik
- Pengaduk
atau centong
- Panci
untuk pemasak air
- Botol
plastik atau kaca penyimpan
- Siapkan
Saringan dari kain atau kawat kasa
Bila bahan sudah semua terkumpul
kini waktunya kita membuat adonan, kita bisa memulai dengan poin- poin sebagai
berikut :
Air yang 5 liter tadi dimasak sampai benar-benar
mendidih.
- Setelah
air mendidih kita bisa memasukkan terasi, bekatul dan gula, untuk yang
memakai gula merah harus dihancurkan dulu sampai halus, lalu aduk adonan
hingga rata.
- Setelah
adonan benar-benar rata lalu dinginkan sampai benar-benar dingin, bila
tidak benar-benar dingin, adonan justru akan membunuh biang bakteri yang
akan kita biakkan.
- Bila
sudah benar-benar dingin Mulai masukkan bakteri dan aduk adonan sampai
benar-benar rata. Lalu ditutup rapat selama 2 hari dua malam.
- Mulai
hari ketiga tutup agak dilonggarkan dan diaduk rutin setiap hari sekitar
10 menit.
- Bila
sudah jadi yaitu sekitar 3-4 hari bakteri hasil pengembangan ini sudah
bisa diambil dengan disaring memakai saringan, kemudian disimpan dalam
botol yang sudah kita sediakan tadi, usahakan jangan ditutup terlalu
rapat, atau biarkan saja botol terbuka, ini dimaksudkan agar bakteri tetap
mendapatkan oksigen yang baik.
- Tahap
terakhir, botol bakteri tersebut siap untuk digunakan untuk membuat kompos
atau pupuk cair maupun pupuk hijau.
- Ampas
hasil saringan jangan dibuang karena dapat kita gunakan lagi untuk
membiakkan tahap selanjutnya, kita tinggal menyiapkan air kurang lebih 1
liter lalu menambahkan air matang dingin dan gula.
I. EMRAS (EM4 dengan air beras)
Bahan yang digunakan :
Bahan yang digunakan terdiri dari air beras sebanyak 1
l, molasses\gula sebanyak 10 ml dan EM4 sebanyak 10 ml (2 sdm).
Cara
pembuatan dan aplikasi :
- Bahan-bahan
tersebut di atas dicampurkan semuanya dan selanjutnya dibiarkan selama dua
hari.
- Setelah
itu EMRAS dapat diaplikasikan.
- Namun
EMRAS harus sudah habis diaplikasikan pada hari ketiga (satu hari setelah
proses pembuatan selesai).
- Selain
sebagai pestisida, EMRAS dapat juga digunakan sebagai pupuk.
Dosis
pemakaian :
Dosis yang digunakan adalah 5 ml/l air.
J. Pestisida Alami Dari Ekstrak Tanaman
Bahan yang
digunakan :
- Daun
legum/kacang-kacangan (kacang babi), terutama yang masih muda.
EM4 sebanyak 20 ml/l air.
Cara
pembuatan :
- Daun-daunan
dicincang dan selanjutnya diberi larutan EM4.
- Bahan
selanjutnya direndam selama 3-5 hari.
- Selama
direndam bahan ditutupi dengan plastik hitam.
- Setelah
lima hari larutan dapat digunakan sebagai pestisida.
Komentar
Posting Komentar